Jumat, 20 Juni 2014

Andai.



Selamat malam, paa~

Mungkin sudah terlalu larut untukku bercerita, tapi aku tak tahan untuk bungkam dan berdiam dalam sepinya malam ini, paa. Cyn tahu tak ingin mengugat keputusan tuhan. Ini hanya sepenggal mimpi tentang “andai” yang kadang menyelinap usil dibenakku begitu saja. Tapi tak apa, aku sudah berkawan dengan kata tersebut dan mencoba sedemikian rupa agar tetap menyetujui pada akhirnya apa yang tuhan putuskan adalah yang terbaik untukmu, paa.

Perlu papa tahu, kini cyn sudah beranjak dewasa. Cyn calon sarjana yang dengan susah payah menggapai gelar yang bahkan aku tahu papa pasti protes bila mengetahuinya. Cyn calon sarjana pertanian paa, bahkan cyn juga tidak tahu kenapa cyn bisa kuliah di fakultas ini. Ketika ada kesempatan dan sekiranya tidak membuat mama pusing dengan biaya per semesternya yang tak sampai satu juta rupiah, cyn sambar saja. Siapa tahu memang tuhan gariskan cyn jadi sarjana pertanian walaupun jauh dari minat yang cyn dambakan. Akhir akhir ini cyn juga bertanya tanya, kenapa menyelesaikan skripsi ini jadi begitu susah dan ga selesai selesai, padahal teman cyn bisa dengan mudahnya mengerjakannya tanpa kesusahan walaupun menelan biaya penelitian yang bikin geleng geleng kepala. Saat cyn tanyakan dengan penasaran ternyata jawabannya bikin cyn merana paa, mereka dapat support kebanyakan dari ayah mereka baik lewat pesan singkat maupun bercanda lewat telepon. Kini papa tau kan kenapa cyn malah asyik berandai – andai? Iya, cyn kangen papa.

Sekarang tahun 2014 paa, kakak sudah menikah tahun kemarin dibulan desember dan kini tengah mengandung cucu pertamanya papa, doakan persalinannya lancar dan cucunya papa gemas gemas unyu ya paa. Dhek fifi sedang asyik menikmati masa SMA-nya yang kadang cyn takutkan terlewatkan begitu saja tanpa kesan apa apa, dia memang polos paa, ga nakal sepertiku, tapi paling tidak dia punya sahabat yang baik padanya paa, tidak seperti cyn saat ini. Papa jangan kwatirkan dhek krishna, dia sekarang sedang berjuang di tahun pertamanya untuk jadi ustad lulusan gontor kebanggaan di keluarga kita, paa. Memang tidak mudah dan menguras tabungannya mama, tapi cyn rela uang sakunya pas pasan asal adek cisna tidak kekurangan di tengah medan perjuangannya paa. Tak terasa ini tahun ketujuh setelah kepergianmu paa. Asal papa baik baik saja disana dan senantiasa menunggu kami pulang, cyn akan mengusahakan yang terbaik untuk semua paa.

Cyn kadang bertanya – tanya, kira – kira jika papa masih disini, keluarga kita akan seperti apa. Mungkin kakak akan bekerja di luar jawa sepertimu, bahkan mungkin satu kota dengan perusahaan tempat papa bekerja dulu, sesuai minatnya dan sesuai gaji idaman yang berdigit dua dinilai awalnya. Mungkin dhek fifi akan bersekolah di SMA favorit di Surabaya dan memiliki semua gadget canggih yang ia idamkan serta dengan pedenya bergaya ala remaja jaman sekarang, dhek krishna tentu akan senang apabila papa menjengguknya di pondok setiap cuti 2 minggu dan memberi tahunya bahwa drum set serta perlengkapan band dan sepeda motor balapnya baik baik saja di rumah, karena ada papa yang selalu merawatnya, mama tentu tidak perlu pusing memikirkan biaya kami, asyik dengan bisnisnya yang mungkin kini berlevel diamond serta mendapat bonus berlibur keluar negri dengan papa  bulan depan dan akan tetap memasak semua makanan favoritmu, paa. Tapi tentu paragraf ini hanya impian cyn semata, paa. Tak mengapa asal papa tidak sedih melihat kami diatas sana. Ketahuilah, memang ini ujian untuk kami karena tuhan teramat sayang kepada kami, paa.

Kadang cyn membayangkan akan sangat senang sekali membaca mentionmu di twitter yang memarahiku agar rajin belajar dan tak lupa iming iming pergi liburan jika aku bisa menyelesaikan studiku dengan IPK yang berkilauan, atau sekedar membaca nasihatmu yang bijak sekaligus gaul (karena pake bahasa inggris dan logat gaul ala rapper amrik) di dinding facebookku. Kadang juga papa mengomentari postingan foto di instagramku yang isinya jajan dan kopi melulu dan saling review akun path masing – masing hanya untuk melepas rindu ataupun mengecek kegiatan sehari hariku, serta memuji dokumentasi dari karya seni buatanku yang ku unggah di akun tumblr-ku paa, seperti dulu saat papa memuji jadwal pelajaran hasil buatanku. Tentu dengan gadget canggihmu dari sebrang pulau, yang cyn tahu dengan baik bahkan dulu saat telpon genggam masih langka, papa sudah asyik mencari sinyal untuk sekedar browsing, mengirim email atau googling foto foto lucu. kalau boleh cyn menebak mungkin gadget papa saat ini buatan amerika dengan logo buah yang sudah digigit yang sedang “In” itu, dan mungkin milikku kini berlayar lebar dan buatan korea. Kita sama sama pecandu teknologi dan senang berbagi informasi tentangnya, seperti dulu kala paa. Cyn masi ingat betapa cyn risau tentang memori internal hape baru milikku yang merk dan modelnya sama persis denganmu sedangkan teman teman cyn masih asyik bermesra mesraan lewat wartel.  Saat itu cyn bangga punya papa yang “canggih” dan “melek teknologi” , bahkan papa sempat minta diajarin membuat akun di frienster kala itu. Tapi sayangnya adek fifi dan dhek krishna tidak kebagian rasanya berbagi denganmu paa. Sebaik mungkin cyn dengan setia memantau lalu lintas dunia maya mereka, paa. Sekedar berjaga – jaga agar mereka tidak kesepian sepertiku saat ini.

Papa tentu ingat betul tentang rekor jumlah mantan milikku. Bukan cyn dengan semena mena suka mempermainkan hati anak orang, paa. . bukan karena itu. Sesungguhnya tanpa cyn sadari, cyn selalu mencari kriteria lelaki idaman yang sepertimu, paa. Paling tidak ia jangkung, bisa main gitar, suka jalan – jalan dan berpetualang serta suka tertawa dan hangat sepertimu, tak lupa juga, ia takkan membiarkanku makan soto poya sendirian, sama sepertimu yang saat itu rela mokel demi menemaniku. Tapi laki – laki jaman sekarang aneh, paa. Mereka baik kalau ada maunya aja, tak jarang manis hanya saat tahap tahap pendekatan saja. Tentu aku ingin memiliki pendamping hidup dan calon imam yang sepertimu paa, yang selalu memuji mama tampak cantik dan memakan masakan buatan mama dengan lahap tanpa banyak cincong walaupun usia pernikahan kalian tak lagi dapat dihitung jari. Semoga cyn seberuntung mama bisa memiliki pendamping hidup sepertimu, paa. Semoga.

Genre musik cyn kini berubah paa. Kini cyn tak hanya mengidolakan boyband yang dulu saat SD papa belikan kaset terbarunya. Bukan juga fans garis keras yang mengidolakan band besutan anak negeri yang itu itu saja. Tentu saja papa tetap idola abadi di hati cyn yang dengan bangga akan bercerita kepada siapapun yang mau mendengarkanku bahwa bandnya papa dulu, Grassrock, juara 1 diajang bergengsi tingkat nasioanal sedangkan slank waktu itu cuma juara 3. Cyn berharap mewarisi kharisma papa di atas panggung, walaupun suara cyn cenderung biasa biasa saja, masa bodoh deh! Toh, cyn sudah punya idola tetap, dan tak  lekang dimakan waktu, PAPA tentunya! J
Papa mungkin sekarang akan bersedih hati bila tahu parpol kesayangannya kini carut marut karena anak buah pak esbeye yang tak tahan digoda harta hasil korupsi dan konspirasi.  Cyn tentu juga sedih karena seandainya tak carut marut mungkin sekarang calon presiden yang diusung parpol tersebut bakal mengurai runyamnya negeri ini. Untung papa tidak tahu, jadi sekarang cyn golput pun tak jadi masalah. Hehehe~

Terimakasih paa sudah sempat memberi warna warni dihidupku. Walau cyn tak banyak mengucapnya lewat lisan dan cenderung tertutup serta pendiam, perlu papa tahu bahwa dilubuk hati cyn yang terdalam, cyn takkan pernah mengeser kedudukan papa atau mengantikannya, karena papa satu satunya lelaki pertama yang mengisi cinta kasih dihatiku, paa. Oyasumi nasai, Papa! Love you so~

[Malang, 12 juni, menjelang tengah malam, duduk manis di kosan. ]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar